Tekel Horor Pemain Serbia Bisa Patahkan Kaki Leroy Sane

Expobola.com – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, kesal dengan pemain timnas Serbia, Milan Pavkov. Sebab, dia melakukan sebuah tekel horor yang bisa saja mematahkan kaki Leroy Sane.

Jerman menjalani laga uji coba melawan Serbia di Volkswagen Arena, Kamis (21/3) dini hari WIB. Laga berakhir dengan skor imbang 1-1. Tertinggal lebih dulu dari gol Luka Jovic, Jerman menyamakan skor lewat Leon Goretzka.

Laga ini sempat diwarnai sebuah insiden horor pada menit-menit akhir. Milan Pavkov membuat Sane terkapar karena tekel yang dilakukan. Tekel itu telak mengenai tulang kering pemain asal klub Manchester City.

Seperti apa komentar Loew terkait tekel horor tersebut?

Bisa Patahkan Kaki Sane

Milan Pavkov diganjar kartu merah atas tekel yang dilakukan pada Leroy Sane di akhir laga Jerman lawan Serbia. Pavkov dinilai layak mendapat hukuman tegas itu karena tekel yang dia lepaskan telak mengenai bagian kaki.

Sane sempat mendapat perawatan medis pasca mendapat tekel dari Pavkov. Dia pun ditarik keluar oleh Joachim Loew. Namun, Loew menyebut jika eks pemain Schalke tersebut sangat beruntung karena tidak mengalami cedera parah.

“Itu adalah pelanggaran yang keji,” ucap Loew dikutip dari Goal International. “Sane beruntung dan lolos dari tekel itu tanpa mengalami cedera, tapi pelanggaran seperti itu bisa membuat tulang patah,” sambung pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Bisa Patahkan Kaki Sane

Milan Pavkov diganjar kartu merah atas tekel yang dilakukan pada Leroy Sane di akhir laga Jerman lawan Serbia. Pavkov dinilai layak mendapat hukuman tegas itu karena tekel yang dia lepaskan telak mengenai bagian kaki.

Sane sempat mendapat perawatan medis pasca mendapat tekel dari Pavkov. Dia pun ditarik keluar oleh Joachim Loew. Namun, Loew menyebut jika eks pemain Schalke tersebut sangat beruntung karena tidak mengalami cedera parah.

“Itu adalah pelanggaran yang keji,” ucap Loew dikutip dari Goal International. “Sane beruntung dan lolos dari tekel itu tanpa mengalami cedera, tapi pelanggaran seperti itu bisa membuat tulang patah,” sambung pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *